Apartemen Hanya untuk Golongan Kaya, Mitos Atau Fakta Sih?

by
(Sumber: Shutterstock)
Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa apartemen adalah tempat tinggal yang hanya bisa dimiliki orang kaya saja. Hal ini mitos atau fakta sih?

Dream – Seiring dengan berkembangnya gaya hidup masyarakat kekinian, apartemen sering menjadi pilihan hunian tempat tinggal. Hal ini didasari oleh banyak hal, misalnya saja terbatasnya lahan perumahan hingga alasan kepraktisan. Tapi, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa apartemen adalah tempat tinggal yang hanya bisa dimiliki orang kaya saja. Hal ini mitos atau fakta sih?

Apartemen di Kota Besar dengan Harga Selangit

Apartemen memang jadi pilihan tempat tinggal khususnya bagi masyarakat yang bekerja di kota besar. Tapi, apartemen yang disediakan di kawasan strategis di Jakarta misalnya, nggak jarang menawarkan harga yang cenderung lebih mahal. Jadi, nggak heran kalau akhirnya muncul persepsi masyarakat kalau apartemen hanya ditujukan untuk kaum kaya saja.

Cerdik Memilih Apartemen yang Tepat

Kamu tetap bisa mendapatkan apartemen dengan harga miring jika memilih lokasi yang tepat. Misalnya saja apartemen yang berada di kawasan kota penyangga di Cikarang yang menawarkan harga lebih kompetitif. Terlebih kawasan Cikarang termasuk daerah industri yang memiliki perkembangan cukup pesat. Letaknya pun strategis karena tidak jauh dari kota besar lainnya. Jadi, bagi para pekerja di kota besar, keberadaan apartemen di Cikarang bisa menjadi alternatif yang layak dipilih.

Apartemen untuk Semua Kalangan

Kehadiran apartemen untuk semua kalangan awalnya mungkin hanya sebatas angan-angan. Tapi, kini Lippo Group telah mengeksekusinya menjadi kenyataan lewat megaproyek Meikarta. Meikarta yang menawarkan beragam fasilitas modern awalnya mungkin tampak seperti apartemen untuk golongan kaya saja.

Tapi, hal ini langsung dibantah oleh Lippo Group karena Meikarta menawarkan harga yang kompetitif, yaitu mulai Rp 127 juta saja per unitnya. Hal ini tentu saja membuka peluang Meikarta bisa dimiliki siapa saja, termasuk para pekerja pabrik yang memiliki penghasilan UMP dan UMR.

Hal ini dibuktikan lewat simulasi berikut. Misalnya saja, pembelian unit dengan harga sesudah diskon adalah Rp 127.078.000 dan untuk PPN Rp 12.707.800. Maka total harga menjadi Rp 139.785.800.

Uang muka yang diperlukan sebesar 5%, berarti Rp 6.989.290 yang bisa dicicil sampai 6 kali, yaitu Rp 831.548. Dengan asumsi mengambil jangka kredit 20 tahun, maka setiap bulan calon penghuni membayar cicilan Rp 1.032.813. Benar-benar sesuai kantong pekerja semua kalangan kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *