Cara Mencegah Rumah Menjadi Sasaran Perampokan

by
(Foto: TheDigitalWay/Pixabay)

Kejahatan memang sulit untuk diprediksi karena siapa saja bisa menjadi korbannnya. Pelaku bisa saja memilih secara acak korbannya atau telah lama mengamati celah untuk melakukan kejahatan. Beberapa saat yang lalu, ibukota dihebohkan dengan kasus perampokan sadis pasutri kaya pengusaha garmen yang ditemukan jenazahnya di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah.

Siapa sangka pelakunya ialah orang dalam yakni mantan sopir korban. Tragedi nahas tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan rumah. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya perampokan di rumah? Simak beberapa tips mencegah hunian menjadi sasaran maling berikut ini:

Beranda Rumah Terang

Hati-hati jika bagian beranda rumah Anda tampak gelap karena dapat mengundang orang untuk melakukan kejahatan. Pastikan lampu cukup menerangi bagian depan sehingga tak ada celah bagi maling untuk menyelinap masuk ke beranda karena gerak-geriknya mudah terlihat oleh orang lain maupun pemilik rumah.

Berikan Penghalang

Berikan penghalang seperti tanaman di pagar serta pasang tirai dan teralis di jendala. Hal ini dimaksudkan agar maling tidak dapat langsung melihat keadaan hunian dan mempersulit mereka untuk menerobos masuk.

Gembok dan Lonceng atau Bunyi-Bunyian di Pagar

Gantungkan lonceng yang akan berbunyi setiap pagar rumah bergerak agar Anda dapat lebih awal mewaspadai tamu tak diundang.

Buat Slot Pintu Ganda dan Lubang Intip Pintu

Selain kunci rumah, Anda bisa meningkatkan keamanan menggunakan slot pintu tambahan sehingga dapat memperlambat pergerakan perampok ke dalam rumah.  Selain itu, Anda dapat pula memasang lubang intip seperti yang biasanya dipasang di pintu hotel agar dapat segera mengawasi keadaan di luar rumah jika ada hal mencurigakan.

Minta Nomor Telepon Petugas Keamanan

Simpan nomer emergency di dalam telepon genggam Anda seperti nomor telepon petugas keamanan lingkungan rumah agar dapat bisa segera melapor ketika melihat kejanggalan.

Titip Rumah Ke Tetangga atau Petugas Keamanan

Ketika bepergian ke luar kota, jangan lupa titip kunci ke tetangga atau petugas keamanan. Minta bantuan mereka untuk memastikan rumah tetap terkunci selama ditinggal. Jika benar-benar percaya, sebaiknya titipkan kunci untuk mematikan dan menghidupkan lampu teras. Seringkali lampu depan rumah tetap menyala saat siang hari yang malah menandakan bahwa hunian kosong.

Batasi Akses Asisten di Rumah

Sebaiknya jaga hubungan dengan pekerja di rumah. Jangan sampai menimbulkan sakit hati karena banyak juga kasus perampokan yang dilatarbelakangi oleh dendam. Jangan terlalu terbuka, sekalipun kepada asisten yang sudah lama bekerja bahwa tersimpan banyak harta benda di dalam rumah. Bisa saja pekerja yang tadinya hanya bekerja malah jadi berniat mencuri.

Berhati-hati Menyimpan Harta Benda

Jangan sembarangan menyimpan barang berharga seperti perhiasan dan brankas. Sebisa mungkin simpan di tempat yang tidak biasa dan tidak mudah dilihat. Anda bisa membuat lubang tembok atau lantai untuk menyembunyikan brangkas.

Pasang CCTV

Memasang CCTV tak hanya memudahkan untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan setelah terjadi, namun juga dapat membantu mencegah terjadinya perampokan. Meskipun tidak terjadi kehilangan di rumah Anda, ada baiknya untuk mengecek secara berkala rekaman yang ada untuk mengecek apabila terdapat aktifitas yang mencurigakan dari seseorang di sekitar rumah. Putar rekaman per hari agar Anda dapat merekap apakah ada orang yang sedang diam-diam mengintai.

Buat Jebakan Maling

Anda bisa mencoba membuat beberapa jebakan seperti memasang alarm anti maling di pintu, jebakan barang yang terjatuh ketika membuka pintu, dan sebagainya untuk dapat memperlambat pergerakan maling, bahkan mengurungkan niat pelaku kejahatan melancarkan aksinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *