Tips Hadapi Kenaikan Cicilan KPR

by

Naiknya cicilan KPR (floating rate) seusai masa berlakunya bunga promosi memang terkadang membuat para nasabah mendadak sakit kepala.  Kondisi ini tentunya akan berdampak kepada pengaturan keuangan dalam rumah tangga.

Bagi para nasabah bank pemohon KPR yang sudah terlanjur mengucapkan akad KPR dengan bank, seharusnya sejak awal Anda sudah paham dengan risiko-risiko pengajuan permohonan KPR seperti risiko kenaikan cicilan bunga KPR. Berikut ini adalah tips menghadapi kenaikan cicilan KPR.

Harus lebih siap

Umumnya nasabah pengaju KPR baru terasa mengalami kenaikan cicilan KPR setelah masa cicilan fix-nya selesai. Padahal kondisi ini memang wajar terjadi. Sebagai contoh, seorang nasabah Y mengajukan permohonan KPR ke bank X. Bank X lalu menawarkan besarnya bunga tetap 7 persen untuk jangka waktu 2 tahun. Penawaran bunga yang lebih rendah daripada aslinya ini adalah bagian dari strategi marketing yang dilancarkan oleh pihak bank. Setelah 2 tahun telah habis, Bank X akan menetapkan bunga baru yang mana besarnya bunga baru lebih besar dari bunga yang berlaku di pasar. Misalnya saja besarnya bunga yang saat ini berlaku di pasar adalah 11 persen, maka bank X akan menetapkan bunga 12-13 persen sebagai bunga baru untuk nasabah Y.  Hal ini harusnya sudah disadari oleh pihak nasabah/ pengaju KPR saat mengajukan aplikasi KPR sehingga saat cicilan dan bunga KPR dinaikan, nasabah sudah siap dengan kenaikan bunga dan cicilan tersebut.

Cari Bank yang Menawarkan Bunga Floating yang Rendah  

Cari lah bank yang menawarkan bunga floating yang paling rendah, caranya sederhana Anda bisa bertanya langsung kepada pihak bank yang bersangkutan atau kepada teman yang telah mengajukan KPR di salah satu bank.

Negosiasi Dengan Bank  

Sebenarnya pihak nasabah dapat bernegosiasi dengan pihak bank pemberi kredit agar bank mengurangi bunga kredit perumahan. Namun hal ini dengan catatan Anda tidak pernah terlambat saat membayar cicilan KPR.

Ajukan Over Kredit Ke Bank Lain

Jika ternyata negosiasi tak berhasil juga, nasabah memiliki hak untuk oper kredit ke bank lain yang menetapkan bunga kPR yang lebih rendah. Akan tetapi tetap saja nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan untuk biaya administrasi yang baru dan biaya notaris. Setelah urusan dengan bank selesai, kini saatnya nasabah mengatur finansialnya secara bijaksana agar pengeluaran rutin untuk kebutuhan dan kewajiban-kewajiban lainnya tak terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *